Pasca Kunjungan Presiden, Kodam Tambun Bungai Perkuat Langkah Hadapi Karhutla

Terkini 24 Aug 2026 10:12 • 2 min read • 68 views • By Erick

Share berita ini

Pasca Kunjungan Presiden, Kodam Tambun Bungai Perkuat Langkah Hadapi Karhutla
Presiden RI Prabowo Subianto usai melaksanakan kunjungan ke Kalimantan Tengah saat memantau Karhutla.

KalimantannTengah, Mataborneo.online – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat melakukan peninjauan kondisi karhutla di Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026).


Tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul, upaya penanganan kini juga diarahkan pada penguatan mitigasi dan ketersediaan sarana pendukung di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.


Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung melakukan survei untuk menentukan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat pembuatan sumur bor. Penyediaan sumber air tersebut dinilai penting untuk mendukung respons cepat petugas apabila terjadi kebakaran.


Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, proses pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat ketika titik api ditemukan.


Sebelumnya, Presiden Prabowo saat meninjau kondisi karhutla menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas.


“Situasi kita ikuti terus, kita lakukan langkah-langkah mitigasi. Alhamdulillah ini berjalan terus. Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya, tiap hari kita tambahkan,” ujar Prabowo.


Presiden juga memastikan kebutuhan peralatan untuk penanganan karhutla terus dipenuhi. Mulai dari dukungan helikopter hingga mesin bor untuk mendapatkan sumber air di lokasi yang membutuhkan.

“Helikopter-helikopter, alat-alat dan mesin bor untuk air, semua perlengkapan kita penuhi,” tegasnya.


Arahan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai yang memiliki wilayah komando meliputi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.


Gerak cepat tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan jajaran di daerah dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain mempercepat pemadaman, langkah mitigasi dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebelum kebakaran terjadi.


Penanganan karhutla sendiri membutuhkan dukungan lintas sektor. TNI bersama Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran dan masyarakat terus dilibatkan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran.

Dengan penambahan sarana pendukung, termasuk sumber air dan peralatan pemadaman, respons terhadap titik api diharapkan semakin cepat. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu menekan risiko meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mata Borneo