DMI Banjarbaru Perkuat Sinergi, Bahas Persoalan Imam dan Pengelolaan Dana Masjid

Terkini 19 Aug 2026 06:13 • 3 min read • 130 views • By Intan

Share berita ini

DMI Banjarbaru Perkuat Sinergi, Bahas Persoalan Imam dan Pengelolaan Dana Masjid
Acara silaturahmi Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama instansi yang terkait

Banjarbaru, Mataborneo.online — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banjarbaru menggelar pertemuan silaturahmi bersama sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masjid, khususnya berkaitan dengan imam serta pengelolaan dana masjid.


Pertemuan berlangsung di Sekretariat DMI Kota Banjarbaru, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta sejumlah unsur keagamaan lainnya.


Ketua DMI Kota Banjarbaru, Gusti Noor Atauddin Satya Dharma, mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masjid.


“Ini kegiatan silaturahmi untuk membicarakan beberapa problem yang terjadi di masjid-masjid, terutama masalah imam, kemudian infak, sedekah dan zakat fitrah. Kita ingin menyatukan arah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pengelolaan dana masjid ke depan diharapkan tidak hanya difokuskan untuk pembangunan fisik. Dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan, program kemakmuran masjid, hingga sosialisasi kepada masyarakat.


“Jadi tidak ada lagi nantinya sumbangan masjid semata-mata untuk pembangunan saja. Kemungkinan ke depan bisa untuk pembangunan masjid itu sendiri, kegiatan masjid dan sosialisasi masjid,” jelasnya.


Gusti Noor menambahkan, pembahasan dalam pertemuan tersebut masih berada pada tahap awal pemetaan persoalan. DMI Banjarbaru selanjutnya akan mengagendakan pertemuan lanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk yayasan dan pengurus masjid serta organisasi keagamaan.


Sementara itu, Ketua MUI Kota Banjarbaru, Guru Mukhlis Kaspul Anwar, menyambut positif langkah DMI dalam memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan pengelolaan masjid.


Menurutnya, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah membangun silaturahmi terlebih dahulu dengan yayasan dan pengurus masjid untuk mengetahui secara langsung persoalan yang mereka hadapi.


“Kita bersilaturahmi dulu dengan seluruh yayasan dan pengurus masjid. Kita petakan problem apa yang mereka hadapi, kemudian solusi apa yang mereka tawarkan. Kita yang nantinya menjembatani,” ungkapnya.


Ia menilai, penguatan sinergi tersebut diharapkan dapat semakin memaksimalkan fungsi masjid di tengah masyarakat. Pembahasan ke depan tidak hanya menyangkut persoalan imam dan pengelolaan dana, tetapi juga dapat mencakup pengembangan pendidikan seperti TPA serta kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Guru Mukhlis juga mengapresiasi respons DMI Banjarbaru yang dinilainya menunjukkan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.


“Kami senang bisa ikut hadir dalam acara ini. Beliau sangat bersemangat merespons masukan-masukan dari peserta rapat semuanya,” katanya.


Ia berharap sinergi antara DMI, MUI, organisasi keagamaan, yayasan dan pengurus masjid dapat terus diperkuat. Dengan demikian, masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.


“Insya Allah mudah-mudahan beliau sehat dan terus semangat membimbing umat. Tidak ada yang lebih baik kecuali orang yang hatinya tergantung dengan masjid. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang begitu,” pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Mata Borneo